Para pengunjung dan wisatawan yang masuk ke lokasi Kusuma Edukasi Pertanian akan disambut dengan berbagai tanaman dan semerbak wangi bunga. Ada bunga pikok, bunga gerbera, salvia, dan hortensia.
Deretan bunga bromelia, sweet william, kucai, morten, bunga
hias yuliana dan puring ditata artistik di lokasi ini
Karena ada di tengah lahan petik buah, titik lokasi Kusuma Edukasi Pertanian dikelilingi tanaman buah. Ada tanaman buah naga, tanaman apel, jambu batu dan jambu kristal, Juga ada blok tanaman jeruk.
![]() |
| Salah satu bangunan rumah Pak Tani di museum pertanian Kusuma Edukasi Pertanian. |
Di lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi ini, ada empat
lahan persawahan untuk edukasi. Terintegrasi dengan dua kolam ikan.
Lalu aebagai diorama sejarah perkembangan pertanian,
pengelola Kusuma Edukasi Pertanian memajang alat-alat pertanian masa lampau.
Ada cikar (kendaraan pengangkut) yang ditarik dua sapi. Ada
koleksi garu, sabit, bajak, alu dan lesung. Lalu, ada gubuk pak tani yang di
dalamnya juga menggambarkan rumah masa lalu.
Semua jenis alat dan diorama itu dihadirkan agar pengunjung dan wisatawan tahu tentang aktivitas pertanian tempo dulu.
Bila lelah berkeliling di terik mentari, pengunjung bisa
mampir di mini shop yang menyediakan pernak-pernik buah tangan pegunjung.
Bagi yang ingin merasakan kuliner asli pedesaan, bisa mampir
ke Dapur Simbok di dalam area Kusuma Edukasi Pertanian.
Yang khas dari Dapur Simbok ini adalah cara memasaknya menggunakan tungku dan kayu bakar. Cara memasak dengan api kayu ini telah dilakukan para petani semejak dulu saat menanak dan memasak. Cara ini dipercaya membuat masakan lebih sedap.
Menu yang disuguhkan pun merakyat dan asli pedesaan. Ada botok, pepes dan beragam menu sayur. Juga ada gorengan tempe dan tahu. Olahan telur juga tersedia. Minumnya air dari mata air asli.
Gideon Andhika Satrio, Direktur Operasional Kusuma Agrowisata mengatakan, pembuatan Kusuma Edukasi Pertanian untuk menambah wawasan kepada wisatawan dan para peserta magang.
Agar mereka paham tentang pertanian di Indonesia pada masa lalu. Sistem dan kehidupan pertanian yang sangat damai dan tentram. Hasil pertaniannya pun sehat.
Setiap tahun terdapat kurang lebih 200 hingga 300 mahasiswa
magang yang menimba ilmu pertanian di Kusuma Agrowisata Batu.
”Mereka perlu tahu asal-muasal bertani dan pertanian,” ungkap Dion panggilan dari Gideon Andhika Satrio, Senin (23/07/2018).
”Mereka perlu tahu asal-muasal bertani dan pertanian,” ungkap Dion panggilan dari Gideon Andhika Satrio, Senin (23/07/2018).
Pengelola, lanjut Dion, perlu menanamkan nilai-nilai edukasi dan potret pertanian masa lalu. Agar bisa tersampaikan kepada generasi penerus dan tidak punah di tengah-tengah kemajuan zaman.
Selain itu, di Kusuma Edukasi Pertanian juga bisa menjadi lokasi praktik cara bertanam yang baik. Termasuk menambah wawasan bagi wisatawan luar negeri yang menyempatkan diri berkunjung ke lokasi tersebut.
"Menyimpan kurang lebih 40 alat pertanian. Yang jarang ditemui zaman now. Dan pihak kami lebih mengeksplor edukasi agar lebih manfaat. Tiket masuk sementara ikut satu paket petik buah," jelas suami dari Jevicca Shiabella ini.
Pria tamatan Bachelor of Technology RMIT University, Melbourne Australia ini lalu mencontohkan jenis edukasi menanam apel.
Kota Batu dikenal dengan ikon Kota Apel. Dahulu tidak ada
lokasi lain di Indonesia yang menjadi penghasil apel. Untuk itu, budidaya
tanaman apel perlu diajarkan dan dikembangkan. Banyak pihak yang belum tahu
cara budidaya dan perawatan tanaman apel.
Pihak pengelola menyediakan pembimbing agar pengunjung bisa praktik budidaya apel. Mulai menanam, memupuk, dan memanen. Juga merompes (menggugurkan) daun-daun apel agar berbuah kembali, serta mengemas buah dengan bagus.
"Tempat ini untuk semua kalangan. Anak-anak, pelajar, remaja, orang tua. Ada nilai plus bagi wisatawan,” ungkap Dion.
Pengelola kerja cepat untuk mewujudkan Kusuma Edukasi Pertanian. Misalnya proses mendapatkan alat pertanian.
Tim berburu ke warga Kota Batu dan sekitarnya. Butuh waktu
tiga sampai empat bulan untuk mengumpulkan semua alat pertanian kuno. Alat-alat
itu diperlukan agar ikon pertanian muncul dan bisa diketahui lintas generasi.
”Inisiatornya pak Edy Antoro sebagai founder Kusuma Agrowisata," kata Dion.
Pria yang memiliki ketertarikan terhadap bidang IT ini menjabarkan, potensi Indonesia sebagai agraris sangat besar. Pihaknya berkomitmen terus mewujudkan dan melanggengkan sektor pertanian.
Apalagi Edy Antoro sebagai founder Kusuma Agrowisata berlatar
belakang petani. Edy Antoro pun ingin agar ilmunya bermanfaat dan bisa ditularkan
kepada semua kalangan. Maka, bersama manajemen, Edy Antoro mewujudkan pembangunan
Kusuma Edukasi Pertanian pada awal 2018.
Konsep Kusuma Edukasi Pertanian tidak berhenti sampai di sini. Ke depan pihak Kusuma Agrowisata akan bekerjasama dengan Perhutani.
Yakni membuat objek wisata baru berupa rumah pohon dan
camping area. Upaya tersebut agar jumlah wahana baru bertambah dan bisa menarik
wisatawan untuk mencintai alam.
”Juga rencana buat kandang sapi plus sapi perah. Susunya dikonsumsi, kotoran sapi bisa buat pupuk. Konsepnya kembali ke alam," urai anak sulung dari Edy Antoro ini.
Sekadar mengingatkan, Kusuma Agrowisata memiliki banyak wahana dan objek rekreasi. Antara lain perhotelan dengan tempat olahraga yang lengkap, hotel satu-satunya yang dilengkapi lapangan sepakbola.
Lalu ruang fitnes, outbond, camping ground, wisata petik
buah, wahana air dan edukasi pertanian.
"Di Kusuma Agrowisata itu, a Place for Everything.
Sebab, Kusuma Agrowisata menjadi salah satu pioneer wisata agro di
Indonesia," tegas bapak satu anak ini.
Sementara itu, Maria Veronica Lestari, Assisten Sales &
Marketing Kusuma Agrowisata menambahkan, rencananya Kusuma Edukasi Pertanian
bakal dilauncing pada akhir tahun 2018. Agar kelengkapan bertambah dan persiapan
lebih maksimal.
"Ayo datang ke Kusuma Agrowisata. Mudah dijangkau,
tinggal call Kusuma di 08001593333," ajaknya. (*)

